Minggu, 18 Desember 2011

Pengertian Elastisitas Terhadap Suatu Barang


Pengertian Elastisitas :

Secara umum, elastisitas adalah suatu pengertian yang menggambarkan derajat kepekaan/respon dari julah barang yang diminta/ ditawarkan akibat perubahan faktor yang mempengaruhinya.


Macam-macam Elastisitas Penawaran:
elastisitas penawaran dapat dibedakan menjadi 5 macam, yaitu:

1.In Elastis Sempurna (E = 0)
Penawaran in elastis sempurna terjadi bilamana perubahan harga yang terjadi tidak ada pengaruhnya terhadap jumlah penawaran.
Kurvanya sejajar dengan sumbu Y atau P.

2. In Elastis (E 1)
Penawaran elastis terjadi jika perubahan harga diikuti dengan jumlah penawaran yang lebih besar.

3.Penawaran uniter elastis  
elastisitas = 1. Perubahan penawaran sama dengan perubahan harga.

4.Penawaran elastis
 elastisitas > 1. Perubahan penawaran lebih besar dari perubahan harga, artinya perubahan harga mengakibatkan perubahan yang relatif besar terhadap penawaran.

5.Elastis Sempurna ( E = ~ )
Penawaran elastis sempurna terjadi jika perubahan penawaran tidak dipengaruhi sama sekali oleh perubahan harga, sehingga kurva penawaran akan sejajar dengan sumbu Q atau X.
ELASTISITAS TERHADAP BARANG  ELEKTRONIK
VCD, televisi,DVD,dan berbagai barang elektronik. Semua itu termasuk barang elastis karena memiliki pengganti. Jika barang – barang elektronik itu mahal maka tidak ada yang membeli tetapi jika barang- barang tersebut mengalami penurunan maka barang tersebut akan banyak dibeli. Jadi permintaan terhadap barang tersebut dikatakan elastis di mana besarnya jumlah barang yang diminta sangat dipengaruhi oleh besar-kecilnya harga.


ini merupakan grafik dari elastisitas







Sifat Elastis Permintaan Barang Elektronik


Contoh dari sifat elastisitas permintaan barang elektronik antara lain :

Konsumen peka terhadap perubahan harga handphone, laptop,dsb.  Karena barang-barang elektronik berkembang pesat terhadap perkembangan informasi dan komunikasi. Sehingga jumlah permintaan akan barang tersebut akan meningkat. 

Macam-macam Elastisitas Harga Permintaan :

1.Permintaan Elastis (Ed > 1) 


Apabila diperoleh Ed > 1, sifat permintaan dikatakan elastis. Hal ini berarti konsumen peka terhadap perubahan harga barang atau perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah yang diminta lebih dari 1%. Barang-barang yang mempunyai sifat permintaan yang elastis adalah barang-barang yang mempunyai pengganti (substitusi) dan barang-barang elektronik, seperti VCD, televisi, dan DVD.

2.Permintaan Inelastis (Ed < 1)
 


Pada jenis elastisitas ini konsumen kurang peka terhadap perubahan harga. Artinya, meskipun harga naik atau turun, masyarakat akan tetap membelinya. Barang yang mempunyai elastisitas yang inelastis adalah barang-baramg kebutuhan pokok dan barang-barang yang tidak mempunyai pengganti (subtitusi). Ed < 1 berarti perubahan harga sebesar 1% menyebabkan perubahan jumlah barang yang diminta kurang dari 1%.

3. Permintaan Elastis Uniter (Ed = 1)


Elastisitas permintaan ini mengandung arti bahwa perubahan harga sebesar 1% menyebabkan terjadinya perubahan jumlah barang yang diminta sebesar 1%.

4. Permintaan Elastis Sempurna (Ed = tak hingga )


Suatu barang/jasa disebut memiliki elastisitas sempurna jika memiliki koefisien elastisitas tak terhingga. Dengan demikian, pada harga tertentu jumlah yang diminta konsumen mencapai tidak terhingga atau berapa pun persediaan barang/jasa yang ada akan habis diminta oleh konsumen. Salah satu komoditas yang memiliki ciri ini adalah bahan bakar minyak (BBM).

5. Permintaan Inelastis Sempurna (Ed = 0)



Untuk barang yang penting sekali (kebutuhan yang sangat pokok), berapa pun perubahan harga tidak akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Kurva untuk jenis elastisitas ini akan berbentuk garis lurus yang sejajar dengan sumbu vertikal (sumbu P).


contoh kasus :

seorang petani yang membawa basil kebunnya ke pasar untuk dijual (sayuran, buah-buahan, bunga). Penawarannya akan inelastis. Mengapa? Karena Kalau harga di pasar lebih tinggi daripada yang diharapkannya, ia tidak segera akan dapat menawarkan lebih banyak karena harus menunggu musim berikut. Dan kalau harga lebih rendah daripada yang diharapkan, ia tetap akan menjual seluruh persediaannya karena barang-barang ini tidak dapat disimpan lama. Umumnya penawaran hasil-hasil pertanian bersifat inelastis.




Selasa, 15 November 2011

PERMINTAAN DAN PENAWARAN BARANG ELEKTRONIKA

Pengertian/Arti Definisi Permintaan dan Penawaran

penawaran dan permintaan (bahasa Inggris: supply and demand) dalam ilmu ekonomi, adalah penggambarkan atas hubungan-hubungan di pasar, antara para calon pembeli dan penjual dari suatu barang. Model penawaran dan permintaan digunakan untuk menentukan harga dan kuantitas yang terjual di pasar. Model ini sangat penting untuk melakukan analisa ekonomi mikro terhadap perilaku para pembeli dan penjual, serta interaksi mereka di pasar. Permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Sedangkan pengertian penawaran adalah sejumlah barang yang dijual atau ditawarkan pada suatu harga dan waktu tertentu.
Contoh permintaan adalah di pasar kebayoran lama yang bertindak sebagai permintaan adalah pembeli sedangkan penjual sebagai penawaran. Ketika terjadi transaksi antara pembeli dan penjual maka keduanya akan sepakat terjadi transaksi pada harga tertentu yang mungkin hasil dari tawar-menawar yang alot.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Permintaan (Demand)

1. Perilaku konsumen / selera konsumen
Saat ini handphone blackberry sedang trend dan banyak yang beli, tetapi beberapa tahun mendatang mungkin blackberry sudah dianggap kuno.

2. Ketersediaan dan harga barang sejenis pengganti dan pelengkap
Jika roti tawar tidak ada atau harganya sangat mahal maka meises, selai dan margarin akan turun permintaannya.

3. Pendapatan/penghasilan konsumen
Orang yang punya gaji dan tunjangan besar dia dapat membeli banyak barang yang dia inginkan, tetapi jika pendapatannya rendah maka seseorang mungkin akan mengirit pemakaian barang yang dibelinya agar jarang beli.

4. Perkiraan harga di masa depan
Barang yang harganya diperkirakan akan naik, maka orang akan menimbun atau membeli ketika harganya masih rendah misalnya seperti bbm/bensin.

5. Banyaknya/intensitas kebutuhan konsumen
Ketika flu burung dan flu babi sedang menggila, produk masker pelindung akan sangat laris. Pada bulan puasa (ramadhan) permintaan belewah, timun suri, cincau, sirup, es batu, kurma, dan lain sebagainya akan sangat tinggi dibandingkan bulan lainnya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Penawaran (Suply)
 
1. Biaya produksi dan teknologi yang digunakan
Jika biaya pembuatan/produksi suatu produk sangat tinggi maka produsen akan membuat produk lebih sedikit dengan harga jual yang mahal karena takut tidak mampu bersaing dengan produk sejenis dan produk tidak laku terjual. Dengan adanya teknologi canggih bisa menyebabkan pemangkasan biaya produksi sehingga memicu penurunan harga.

2. Tujuan Perusahaan
Perusahaan yang bertujuan mencari keuntungan sebesar-besarnya (profit oriented) akan menjual produknya dengan marjin keuntungan yang besar sehingga harga jual jadi tinggi. Jika perusahaan ingin produknya laris dan menguasai pasar maka perusahaan menetapkan harga yang rendah dengan tingkat keuntungan yang rendah sehingga harga jual akan rendah untuk menarik minat konsumen.

3. Pajak
Pajak yang naik akan menyebabkan harga jual jadi lebih tinggi sehingga perusahan menawarkan lebih sedikit produk akibat permintaan konsumen yang turun.

4. Ketersediaan dan harga barang pengganti/pelengkap
Jika ada produk pesaing sejenis di pasar dengan harga yang murah maka konsumen akan ada yang beralih ke produk yang lebih murah sehingga terjadi penurunan permintaan, akhirnya penawaran pun dikurangi.

5. Prediksi / perkiraan harga di masa depan
Ketika harga jual akan naik di masa mendatang perusahaan akan mempersiapkan diri dengan memperbanyak output produksi dengan harapan bisa menawarkan/menjual lebih banyak ketika harga naik akibat berbagai faktor.


Industri Komponen

Sampai saat ini perusahaan komponen sudah cukup berkembang untuk industri alat-alat listrik rumah tangga. Sedangkan untuk industri consumer electronics hanya beberapa komponen yang sudah dapat diproduksi dalam negeri, seperti suku cadang plastik, metal, dan beberapa komponen pasif. Kandungan lokal produk elektronik dan alat-alat listrik rumah tangga kita masih rendah. Diperkirakan hanya 25-30%.
Menurut Data Departemen Perindustrian, di Indonesia terdapat sekitar 60 perusahaan komponen. Namun, produksinya masih terbatas pada komponen elektromekanik dan mechanical part, seperti speaker, transformer, heatshink, jointing cable, screw & nuts, flyback transformer, PCB, chasis, cartoon box, casting, cabinet, frame, ornamen, rubber parts, plastics parts, dan sebagainya.
Walaupun demikian, belakangan ini industri komponen ini sudah mulai muncul, seperti pabrik CRT oleh PT Tabung Gambar Indonesia dan PT Goldstar Display Devices Indonesia. Demikianpun industri komponen aktif, terutama semiconductor devices dan integrated circuit mulai bangkit. Paling tidak ada tiga perusahaan yang bergerak dalam bidang ini.

Jumat, 14 Oktober 2011

KELANGKAAN BARANG ELEKTONIK


Dalam tata hubungan internasional yang mengarah pada globalisasi saat ini, tidak ada satu negara pun di dunia ini yang dapat memenuhi seluruh kebutuhannya tanpa melakukan kerjasama dengan pihak-pihak lain di luar negeri, baik negara, organisasi internasional, organisasi non-pemerintah (NGO) serta yayasan asing. Kerjasama ini mencakup banyak bidang yang umumnya dituangkan dalam bentuk perjanjian.
Masalah  berkaitan dengan dunia perdagangan internasional. Keberadaan  memang tidak lepas dari kegiatan ekonomi, industri dan perdagangan. Era globalisasi yang ditandai dengan perkembangan teknologi informasi, transparansi dan telekomunikasi telah mengantarkan para produsen untuk memasarkan produk-produknya ke luar negeri melalui pasar bebas. Pasar dunia merupakan tempat yang diharapkan mampu menyerap produk berteknologi tinggi dan padat modal.
Memasuki abad ke 21 ini, nilai perdagangan dunia yang meliputi barang dan jasa akan mencapai sekitar 21 trilyun Dolar AS (USD), meningkat drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada periode tahun 1995 misalnya, nilai perdagangan itu baru mencapai 5 trilyun USD, sedang pada kurun waktu tahun 1990-an baru sekitar 3,5 triyun USD. Lonjakan nilai perdagangan dunia tadi dipicu oleh proses globalisasi pasar modal, peningkatan liberisasi perdagangan, dan adanya perubahan serta perkembangan teknologi yang kian cepat.
Kondisi perdagangan global yang sarat teknologi tinggi ini diistilahkan dengan technology based economy. Sebagian besar barang dan jasa yang diperdagangkan merupakan produk-produk teknologi mutakhir. Oleh sebab itu, kunci agar dapat bertahan dalam era perdagangan bebas itu terletak pada kemampuan inovasi teknologi. Untuk mencapai kondisi itu, personil yang terlibat dalam penelitian iptek harus memiliki daya cipta yang tinggi.
Dalam dunia usaha dengan tingkat persaingan yang semakin ketat, bangsa yang tidak unggul dalam penguasaan teknologi akan semakin tidak mampu bersaing. Dalam persaingan bebas, faktor yang paling menonjol adalah keunggulan produk. Sedang untuk dapat bertahan dalam persaingan, penguasaan teknologi merupakan suatu keharusan. Berbicara mengenai penguasaan teknologi, kuncinya adalah litbang yang handal dan berkesinambungan. Negara-negara maju yang saat ini menguasai perekonomian dunia telah membuktikan sinyalemen tersebut.





Kelangkaan barang elektronik sendiri disebabkan oleh permintaan konsumen yang lebih tinggi dibandingkan dengan persediaan barangnya. Apalagi di zaman globalisai seperti ini , barang-barang elektronik  seperti : komputer , laptop , hp dan barang-barang lainnya semakin berkembang pesat. Dipasar penjualan , harga barang elektronik semakin tinggi di sebabkan oleh kelangkaan barang elektronik.
Sumber daya manusia yang memproduksi barang-barang elektronik lebih kecil dibanding permintaan. Di indonesia , kebutuhan barang elektronik sangat berharap kepada negara produsen elektronik seperti : japan , china dan negara-negara di eropa.
Minimnya sumber daya manusia yang berkualitas dan bermutu menyebabkan berkurangnya produksi barang elektronik. Kelangkaan barang elektronik disebabkan oleh beberapa faktor yaitu :
  • ·         Kurangnya sumber daya manusia yang berkualitas
  • ·         Terbatasnya bahan-bahan materialnya
  • ·         Harga produksi yang sangat tinggi
  • ·         Pajak yang besar
  • ·         Kurangnya bantuan dana dari pemerintah
Adanya transaksi ilegal yang merugikan berbagai pihak terkait perdagangan tersebut. Fakta membuktikan bahwa kelangkaan barang elektronik dikarenakan oleh pasokan barang yang ditahan oleh tengkulak atau penimbun. Terjadinya penimbunan karena menahannya barang dari produsen selama kurun waktu tertentu untuk menaikan harga suatu barang.
Pihak tersebut dapat merugikan pemerintah dan pihak-pihak lain. Kelangkaan barang elektronik sudah semakin tinggi , pasar penjualan pun tidak dapat memasok barang elektronik ke setiap penjual. Dengan demikian, pemerintah dan pihak-pihak terkait harus segera mengambil keputusan untuk memecahkan masalah kelangkaan barang elektronik.